
Barito Selatan — Upaya memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Barito Selatan terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor. Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI turut terlibat langsung dalam evaluasi penanganan Karhutla bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dan unsur terkait, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Barito Selatan tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi langkah-langkah penanganan Karhutla sekaligus merumuskan strategi lanjutan setelah ditetapkannya status tanggap darurat Karhutla di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan itu, Pasis Sesko TNI berkolaborasi dengan Bupati Barito Selatan yang diwakili Asisten III, Dandim, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, serta Kabagops Polres. Pembahasan difokuskan pada evaluasi penanganan di lapangan, koordinasi antarlembaga, serta langkah strategis untuk memperkuat upaya pencegahan agar kejadian Karhutla tidak kembali meluas.
Keterlibatan Pasis Sesko TNI dalam evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman komprehensif mengenai penanganan bencana, khususnya Karhutla, dengan mengedepankan koordinasi, kesiapsiagaan, dan langkah preventif.
Evaluasi dilakukan tidak hanya untuk melihat respons terhadap kejadian yang telah berlangsung, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki pola penanganan ke depan. Langkah ini penting mengingat pencegahan Karhutla membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat.
Dalam forum tersebut, sinergi dan kecepatan koordinasi menjadi salah satu perhatian penting. Setiap unsur diharapkan dapat menjalankan peran masing-masing secara optimal, mulai dari pemantauan potensi titik api, penyampaian informasi kepada masyarakat, hingga kesiapan personel dan sarana apabila terjadi kebakaran.
Pasis Sesko TNI turut mendorong pentingnya memperkuat pendekatan preventif melalui peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko Karhutla sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Pasca penetapan status tanggap darurat, evaluasi dan konsolidasi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki dapat digunakan secara efektif. Dengan koordinasi yang semakin solid, upaya penanganan dan pencegahan Karhutla di Kabupaten Barito Selatan diharapkan dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan terpadu.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama bahwa penanganan Karhutla bukan hanya persoalan pemadaman, tetapi juga membutuhkan strategi pencegahan yang kuat dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan evaluasi yang dilakukan secara berkala, Kabupaten Barito Selatan diharapkan semakin siap menghadapi potensi Karhutla. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Achmad Sarjono