BARITO SELATAN, Sabtu (5/9/2026) — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali mendapat penguatan dari masyarakat. Peresmian rumah adat di Desa Tamparak, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, menjadi momentum memperkuat sinergi antara Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Kodim 1012/Buntok, dan masyarakat adat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.
Di tengah suasana kebersamaan tersebut, semangat menjaga alam tanpa melakukan pembakaran hutan dan lahan terus digaungkan. Pesan sederhana namun sarat makna, “Kita Jaga Alam, Alam akan Jaga Kita”, menggelora dan menjadi semangat bersama masyarakat di wilayah Kabupaten Barito Selatan.
Momentum peresmian rumah adat tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang membangun komunikasi dan penyamaan persepsi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.
Kehadiran Pasis Sesko TNI bersama jajaran Kodim 1012/Buntok menunjukkan komitmen untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan kewilayahan, termasuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat adat diajak untuk terus mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang mengedepankan keseimbangan antara kehidupan masyarakat dan alam. Pengelolaan lingkungan secara bijak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan generasi saat ini maupun generasi mendatang.
Pencegahan Karhutla dinilai tidak cukup hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran terjadi. Upaya tersebut harus dimulai dari kesadaran bersama untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Karena itu, sinergi antara TNI dan masyarakat adat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Komunikasi yang terjalin secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat mempercepat penyampaian edukasi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.
Rumah adat yang diresmikan di Desa Tamparak pun diharapkan tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan, termasuk dalam menjaga lingkungan.
Pesan “Kita Jaga Alam, Alam akan Jaga Kita” menjadi pengingat bahwa kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran, manfaatnya akan kembali dirasakan dalam bentuk lingkungan yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.
Pasis Sesko TNI dan jajaran Kodim 1012/Buntok terus mendorong agar semangat tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengedepankan kebersamaan, kearifan lokal, dan kolaborasi lintas elemen, masyarakat Kabupaten Barito Selatan diharapkan semakin solid dalam mencegah Karhutla.
Dari Desa Tamparak, semangat menjaga alam pun terus dikobarkan. Kita Jaga Alam, Alam akan Jaga Kita—sebuah pesan yang menjadi komitmen bersama untuk menjaga hutan, melindungi masyarakat, dan mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang.

Achmad Sarjono